
Harga minyak stabil setelah melonjak tajam sejak Juli, setelah retorika Presiden AS Donald Trump yang semakin hawkish terhadap Rusia meningkatkan risiko geopolitik.
Harga minyak West Texas Intermediate diperdagangkan di atas $64 per barel setelah naik 2,5% pada hari Rabu, sementara Brent ditutup di atas $69. Trump mengatakan negara-negara NATO harus menembak jatuh pesawat Rusia yang melanggar wilayah udara mereka dan bahwa Eropa harus berhenti membeli energi dari anggota OPEC+ tersebut, yang menyebabkan investor minyak mengurangi posisi bearish mereka.
Sementara itu, data pemerintah AS menunjukkan persediaan minyak mentah nasional turun ke level terendah sejak Januari, yang semakin memperkuat sentimen bullish. Namun, kekhawatiran akan kelebihan pasokan semakin meningkat setelah perusahaan-perusahaan minyak di Kurdistan Irak sepakat dengan pemerintah federal dan regional untuk melanjutkan ekspor yang telah dihentikan selama lebih dari dua tahun. Harga minyak berjangka telah tertahan dalam kisaran sempit sejak awal Agustus karena para pedagang menyeimbangkan prospek fundamental yang bearish dengan meningkatnya ketegangan geopolitik. Ukraina juga telah meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia, dengan dua pelabuhan minyak utama di pesisir Laut Hitam Rusia menghentikan sementara pemuatan setelah peringatan semalam tentang serangan pesawat tak berawak.
WTI untuk pengiriman November turun 0,4% menjadi $64,72 per barel pada pukul 07.20 pagi di Singapura.
Brent untuk November ditutup 2,5% lebih tinggi pada $69,31 per barel pada hari Rabu. (azf)
Sumber: Bloomberg
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...